<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Laman Web Rasmi Hospital Sentosa (HSK)</title>
	<atom:link href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/</link>
	<description>Hospital Sentosa Kuching</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Oct 2026 03:33:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>GANGGUAN MAKAN &#8211; EATING DISORDER</title>
		<link>https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/eating-disorders/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[hsk it]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Sep 2021 04:26:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[aktiviti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/?p=5230</guid>

					<description><![CDATA[<p>Eating Disorders atau gangguan makan ini melibatkan emosi, sikap, dan perilaku ekstrem yang memengaruhi berat badan dan makanan penderitanya. Merasa selalu kelaparan dimanapun dan kapanpun atau tidak memiliki selera makan sama sekali adalah gejala yang umum diperhatikan. Anoreksia Nervosa dan Bullmia Nervosa termasuk dalam gangguan mental ini. Anoreksia Nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan terhadap makanan. Penderita ini</p>
<p>The post <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/eating-disorders/">GANGGUAN MAKAN &#8211; EATING DISORDER</a> appeared first on <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk">Laman Web Rasmi Hospital Sentosa (HSK)</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="post-modified-info">Last Updated on 30-09-2026 by <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/" target="_blank" class="last-modified-author">purnamawati noh</a></p>
<div class="fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling" style="--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;" ><div class="fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap" style="max-width:1216.8px;margin-left: calc(-4% / 2 );margin-right: calc(-4% / 2 );"><div class="fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column" style="--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:1.92%;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:1.92%;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:1.92%;--awb-spacing-left-medium:1.92%;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;"><div class="fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column"><div class="fusion-text fusion-text-1"><p>Eating Disorders&nbsp;atau gangguan makan ini melibatkan emosi, sikap, dan perilaku ekstrem yang memengaruhi berat badan dan makanan penderitanya. Merasa selalu kelaparan dimanapun dan kapanpun atau tidak memiliki selera makan sama sekali adalah gejala yang umum diperhatikan.</p>
<p>Anoreksia Nervosa&nbsp;dan&nbsp;Bullmia Nervosa&nbsp;termasuk dalam gangguan mental ini.&nbsp;Anoreksia Nervosa&nbsp;adalah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan terhadap makanan. Penderita ini merasa takut apabila makanan yang dikonsumsi menyebabkan peningkatan berat badan. Sedangkan&nbsp;Bullmia Nervosa&nbsp;adalah kebalikannya, yaitu memiliki hasrat untuk menyantap makanan terus-menerus.&nbsp;Bullmia Nervosa&nbsp;sering diderita oleh para wanita.</p>
</div></div></div></div></div>
<p>The post <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/eating-disorders/">GANGGUAN MAKAN &#8211; EATING DISORDER</a> appeared first on <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk">Laman Web Rasmi Hospital Sentosa (HSK)</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>STRESS</title>
		<link>https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/stress/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[hsk it]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Sep 2021 04:17:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[aktiviti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/?p=5224</guid>

					<description><![CDATA[<p>Stress Response Syndromes Sindrom Respons Stress (sebelumnya disebut gangguan penyesuaian) adalah sindrom yang terjadi ketika seseorang mengembangkan gejala emosional atau perilaku dalam menanggapi peristiwa atau situasi yang menegangkan. Penyebabnya mirip dengan PTSD, yaitu bencana alam, kecelakaan, masalah interpersonal (seperti perceraian, kematian seseorang yang dicintai), kehilangan pekerjaan atau penyalahgunaan suatu zat. Sindrom ini biasanya dimulai dalam waktu</p>
<p>The post <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/stress/">STRESS</a> appeared first on <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk">Laman Web Rasmi Hospital Sentosa (HSK)</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="post-modified-info">Last Updated on 10-09-2021 by <a href="" target="_blank" class="last-modified-author">hsk it</a></p>
<p><strong>Stress Response Syndromes</strong></p>
<p>Sindrom Respons Stress (sebelumnya disebut gangguan penyesuaian) adalah sindrom yang terjadi ketika seseorang mengembangkan gejala emosional atau perilaku dalam menanggapi peristiwa atau situasi yang menegangkan.</p>
<p>Penyebabnya mirip dengan&nbsp;PTSD, yaitu bencana alam, kecelakaan, masalah interpersonal (seperti perceraian, kematian seseorang yang dicintai), kehilangan pekerjaan atau penyalahgunaan suatu zat.</p>
<p>Sindrom ini biasanya dimulai dalam waktu tiga bulan dari peristiwa atau situasi dan berakhir dalam enam bulan setelah penyebab stres berhenti atau dihilangkan.</p>
<p>The post <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/stress/">STRESS</a> appeared first on <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk">Laman Web Rasmi Hospital Sentosa (HSK)</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>OCD</title>
		<link>https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/ocd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[hsk it]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Sep 2021 04:16:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[aktiviti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/?p=5222</guid>

					<description><![CDATA[<p>Obsessive-Compulsive Disorders (OCD) Orang dengan gangguan OCD diliputi oleh fikiran atau ketakutan yang konstan terhadap sesuatu. Hal ini menyebabkan mereka melakukan rutinitas atau ritual tertentu. Mereka memiliki obsesi dengan pemikiran yang terganggu dan melakukan ritual dengan kompulsif. Contoh kasus seseorang dengan OCD adalah ada seseorang yang merasa ketakutan berlebih terhadap kuman, sehingga dia akan</p>
<p>The post <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/ocd/">OCD</a> appeared first on <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk">Laman Web Rasmi Hospital Sentosa (HSK)</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="post-modified-info">Last Updated on 10-09-2021 by <a href="" target="_blank" class="last-modified-author">hsk it</a></p>
<div class="fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-2 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling" style="--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;" ><div class="fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap" style="max-width:1216.8px;margin-left: calc(-4% / 2 );margin-right: calc(-4% / 2 );"><div class="fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-1 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column" style="--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:1.92%;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:1.92%;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:1.92%;--awb-spacing-left-medium:1.92%;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;"><div class="fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column"><div class="fusion-text fusion-text-2"><p><strong>Obsessive-Compulsive Disorders (OCD)</strong></p>
<p>Orang dengan gangguan OCD diliputi oleh fikiran atau ketakutan yang konstan terhadap sesuatu. Hal ini menyebabkan mereka melakukan rutinitas atau ritual tertentu. Mereka memiliki obsesi dengan pemikiran yang terganggu dan melakukan ritual dengan kompulsif.</p>
<p>Contoh kasus seseorang dengan OCD adalah ada seseorang yang merasa ketakutan berlebih terhadap kuman, sehingga dia akan terus menerus mencuci tangan dan anggota tubuh lainnya agar terhindar dari kuman.</p>
</div></div></div></div></div>
<p>The post <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/ocd/">OCD</a> appeared first on <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk">Laman Web Rasmi Hospital Sentosa (HSK)</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GANGGUAN MOOD &#8211; MOOD DISORDER</title>
		<link>https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/mood-disorders/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[hsk it]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Sep 2021 04:13:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[aktiviti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/?p=5220</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mood disorders merupakan macam-macam penyakit mental selanjutnya yang sering terjadi. Bila kamu sering  merasa sedih terus-menerus atau pernah mengalami rasa bahagia berlebihan, kemungkinan kamu mengalami penyakit mental ini. Mood Disorders disebut juga gangguan afektif atau gangguan kejiwaan yang memengaruhi perasaan seseorang. Perpindahan emosional yang ekstrem dari semula bahagia berubah mendadak menjadi sedih juga termasuk dalam</p>
<p>The post <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/mood-disorders/">GANGGUAN MOOD &#8211; MOOD DISORDER</a> appeared first on <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk">Laman Web Rasmi Hospital Sentosa (HSK)</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="post-modified-info">Last Updated on 30-09-2026 by <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/" target="_blank" class="last-modified-author">purnamawati noh</a></p>
<div class="fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-3 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling" style="--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;" ><div class="fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap" style="max-width:1216.8px;margin-left: calc(-4% / 2 );margin-right: calc(-4% / 2 );"><div class="fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-2 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column" style="--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:1.92%;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:1.92%;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:1.92%;--awb-spacing-left-medium:1.92%;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;"><div class="fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column"><div class="fusion-text fusion-text-3"><p>Mood disorders merupakan macam-macam penyakit mental selanjutnya yang sering terjadi. Bila kamu sering &nbsp;merasa sedih terus-menerus atau pernah mengalami rasa bahagia berlebihan, kemungkinan kamu mengalami penyakit mental ini.</p>
<p>Mood Disorders&nbsp;disebut juga gangguan afektif atau gangguan kejiwaan yang memengaruhi perasaan seseorang. Perpindahan emosional yang ekstrem dari semula bahagia berubah mendadak menjadi sedih juga termasuk dalam gangguan ini, atau yang lebih kita kenal dengan&nbsp;Bipolar Disorders.</p>
<p>Gangguan&nbsp;Siklotimik&nbsp;atau perubahan emosi mendadak dalam skala ringan juga termasuk dalam jenis ini, penderita paling lumrah ada di usia remaja.</p>
</div></div></div></div></div>
<p>The post <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/mood-disorders/">GANGGUAN MOOD &#8211; MOOD DISORDER</a> appeared first on <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk">Laman Web Rasmi Hospital Sentosa (HSK)</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ANXIETY DISORDER</title>
		<link>https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/anxiety-disorder/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[hsk it]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Sep 2021 03:55:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[aktiviti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/?p=5217</guid>

					<description><![CDATA[<p>Anxiety Disorders Anxiety Disorders merupakan satu dari macam-macam penyakit mental yang umum terjadi. Keadaan di mana seseorang mengalami gangguan kecemasan saat merespons suatu objek atau situasi. Biasanya penderita mengalami rasa ketakutan yang cukup hebat disertai dengan perubahan tanda fisik, antara lain detak jantung yang semakin cepat dan berkeringat. Kecemasan di tempat umum atau keramaian, kepanikan dan</p>
<p>The post <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/anxiety-disorder/">ANXIETY DISORDER</a> appeared first on <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk">Laman Web Rasmi Hospital Sentosa (HSK)</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="post-modified-info">Last Updated on 10-09-2021 by <a href="" target="_blank" class="last-modified-author">hsk it</a></p>
<p><strong>Anxiety Disorders</strong></p>
<p>Anxiety Disorders&nbsp;merupakan satu dari macam-macam penyakit mental yang umum terjadi. Keadaan di mana seseorang mengalami gangguan kecemasan saat merespons suatu objek atau situasi. Biasanya penderita mengalami rasa ketakutan yang cukup hebat disertai dengan perubahan tanda fisik, antara lain detak jantung yang semakin cepat dan berkeringat.</p>
<p>Kecemasan di tempat umum atau keramaian, kepanikan dan fobia terhadap sesuatu, termasuk dalam&nbsp;Anxiety Disorders ini. Kalau kamu pernah merasa gugup berlebihan ketika tampil di depan umum, kemungkinan kamu mengalami gangguan ini.</p>
<p>The post <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/anxiety-disorder/">ANXIETY DISORDER</a> appeared first on <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk">Laman Web Rasmi Hospital Sentosa (HSK)</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SKIZO</title>
		<link>https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/skizo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[hsk it]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Sep 2021 03:45:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[aktiviti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/?p=5211</guid>

					<description><![CDATA[<p>SKIZOFRENIA adalah sejenis penyakit mental yang serius di mana ianya menganggu kewarasan seseorang individu. Penyakit mental jenis ini adalah kronik dan boleh berulang. Walaupun kadar berlakunya penyakit skizofrenia tidak setinggi kadar penyakit kemurungan atau penyakit mental utama yang lain, tetapi ianya boleh menjadi penyakit yang paling menjejaskan fungsi hidup sesorang individu, terutamanya jika tidak dirawat</p>
<p>The post <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/skizo/">SKIZO</a> appeared first on <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk">Laman Web Rasmi Hospital Sentosa (HSK)</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="post-modified-info">Last Updated on 19-10-2026 by <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/" target="_blank" class="last-modified-author">purnamawati noh</a></p>
<div class="fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-4 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling" style="--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;" ><div class="fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap" style="max-width:1216.8px;margin-left: calc(-4% / 2 );margin-right: calc(-4% / 2 );"><div class="fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-3 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column" style="--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:1.92%;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:1.92%;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:1.92%;--awb-spacing-left-medium:1.92%;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;"><div class="fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column"><div class="fusion-text fusion-text-4 awb-text-cols fusion-text-columns-3" style="--awb-columns:3;--awb-column-spacing:2em;--awb-column-min-width:100px;"><div class="article-text">
<p><strong>SKIZOFRENIA&nbsp;</strong>adalah sejenis penyakit mental yang serius di mana ianya menganggu kewarasan seseorang individu.</p>
</div>
<div class="article-text">Penyakit mental jenis ini adalah kronik dan boleh berulang. Walaupun kadar berlakunya penyakit skizofrenia tidak setinggi kadar penyakit kemurungan atau penyakit mental utama yang lain, tetapi ianya boleh menjadi penyakit yang paling menjejaskan fungsi hidup sesorang individu, terutamanya jika tidak dirawat pada peringkat awal.</div>
<div>Ia mempengaruhi pemikiran, perasaan serta tingkah laku seseorang. Adakalanya mereka kelihatan seperti berada dalam dunia mereka yang tersendiri serta tidak berpijak ke alam realiti.</div>
<div>
<div class="article-text">
<p>Ini kerana mereka mengalami kesukaran untuk menilai sama ada gangguan yang dialami adalah benar atau tidak. Bagaimanapun, penyakit ini boleh dirawat dan pesakit boleh sembuh dengan rawatan yang betul dan berterusan.</p>
</div>
<div class="article-text"><strong>Epidemiologi</strong></div>
<div class="article-text">Secara global, kira-kira satu peratus dari populasi didiagnosakan mengalami skizofrenia.</div>
<div class="article-text">Pada tahun 2017, Kajian Global Burden of Disease menganggarkan terdapat 1.1 juta kes baru manakala Pertubuhan Kesihatan Sedunia (WHO) pada tahun 2019 melaporkan bahawa terdapat 20 juta kes skizofrenia di seluruh dunia.</div>
<div class="article-text">Kajian epidemiologi melaporkan bahawa peluang bagi seseorang untuk menghidapi penyakit ini sepanjang tempoh kehidupannya adalah sebanyak 0.3 sehingga 0.7 peratus. Kebanyakan pesakit didiagnosakan pada peringkat usia lewat remaja sehingga awal 30-an.</div>
<div class="article-text">
<p>Lelaki biasanya mempunyai penyakit ini lebih awal berbanding wanita. Ianya sangat jarang berlaku dalam kalangan kanak-kanak atau warga emas.</p>
</div>
<div class="article-text"><strong>Gejala</strong></div>
<div class="article-text">Pesakit skizofrenia boleh mengalami gejala positif, gejala negatif, tingkah laku dan pemikiran yang tidak teratur (<em>disorganized</em>) serta kognitif.</div>
<div class="article-text">Gejala positif bukanlah bermaksud gejala yang baik. Ia merujuk kepada gejala psikosis yang dialami oleh pesakit.</div>
<div class="article-text">Antara gejala positif yang sering dilihat adalah halusinasi dan delusi. Pesakit biasanya mengalami halusinasi jenis auditori seperti mendengar bisikan atau suara ghaib yang bercakap dengannya atau sesama sendiri.</div>
<div class="article-text">Ada juga yang mengalami gangguan suara yang memberi komentar tentang setiap gerak geri yang dilakukan atau menyuruh individu tersebut melakukan sesuatu.</div>
<div class="article-text">Halusinasi secara visual, sentuhan serta bauan juga boleh berlaku tetapi ianya tidak sekerap berlakunya halusinasi auditori.</div>
<div class="article-text">Delusi pula adalah kepercayaan karut yang tidak dapat disanggah oleh sesiapapun malah mereka percaya sepenuhnya bahawa apa yang difikirkan itu benar berlaku.</div>
<div class="article-text">Terdapat banyak jenis delusi dan ada pesakit yang mengalami lebih daripada satu jenis delusi.</div>
<div class="article-text">Antara delusi yang sering ditemukan adalah delusi jenis &#8216;<em>paranoid</em>&#8216; iaitu pesakit percaya bahawa ada orang yang berniat jahat kepada mereka. Ada juga yang mempercayai bahawa mereka adalah orang tertentu atau ahli keluarga mereka telah ditukar kepada individu lain.</div>
<div class="article-text">Terdapat juga keabnormalan pada fikiran iaitu mereka percaya bahawa ada yang boleh membaca atau mengawal fikiran mereka manakala ada juga yang merasakan bahawa pergerakan mereka sebenarnya dikawal oleh sesuatu.</div>
<div class="article-text">Selain daripada itu, mereka yang menghidap skizofrenia juga ada yang mengalami gejala negatif (<em>negative symptoms</em>) seperti tidak bersemangat, mengasingkan diri dan hilang minat untuk melakukan sebarang kerja.</div>
<div class="article-text">Gejala tingkah laku dan pemikiran yang tidak teratur pula mungkin diperlihatkan menerusi pesakit menunjukkan sifat keanak-anakan, reaksi yang tidak sepadan dengan situasi yang dialami serta percakapan yang tidak dapat difahami.</div>
<div class="article-text">
<p>Antara gejala kognitif yang dialami oleh pesakit skizofrenia adalah sukar menumpukan perhatian serta menjalankan fungsi eksekutif seperti mengatur aktiviti serta merancang.</p>
</div>
<div class="article-text"><strong>Diagnosis</strong></div>
<div class="article-text">Diagnosis skizofrenia dibuat apabila tempoh gejala seperti halusinasi, delusi serta keabnormalan pemikiran berlangsung lebih dari enam bulan.</div>
<div class="article-text">Adalah penting untuk memastikan bahawa gejala tersebut bukan disebabkan oleh dadah atau penyakit fizikal yang lain secara langsung.</div>
<div class="article-text">Selain dari itu, ia perlu memenuhi kriteria di mana fungsi hidup individu tersebut turut terjejas akibat penyakit, sama ada dari segi sosial atau pekerjaan.</div>
<div class="article-text">Diagnosis tersebut adalah berpandukan kriteria yang ditetapkan oleh&nbsp;<em>Diagnostic Statistical Manual 5th edition (DSM-V) oleh American Psychiatric Association (APA).</em></div>
<div class="article-text">Ia melibatkan penilaian secara temu bual antara pegawai perubatan atau pakar psikiatri dengan pesakit dan ahli keluarga pesakit.</div>
<div class="article-text">Biasanya, ahli keluarga turut ditemu bual bagi mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai gejala serta kesan gejala tersebut terhadap individu.</div>
<div class="article-text">Pemeriksaan fizikal serta ujian darah tertentu juga turut dijalankan bagi memastikan bahawa gejala tersebut bukanlah disebabkan oleh penyakit fizikal.</div>
<div class="article-text">
<p>Adakalanya ujian saringan dadah juga dilakukan melalui pengambilan sampel air kencing bagi memastikan bahawa gejala tersebut bukanlah disebabkan oleh dadah.</p>
</div>
<div class="article-text"><strong>Punca penyakit dan faktor risiko</strong></div>
<div class="article-text">Secara umumnya, skizofrenia berpunca daripada ketidakseimbangan bahan kimia (<em>neurotransmitter</em>) dalam otak terutamanya Dopamine.</div>
<div class="article-text">
<p>Paras Dopamine yang tinggi dalam otak menimbulkan gejala psikosis pada pesakit. Selain daripada itu terdapat juga keabnormalan pada paras serotonin dan glutamate.</p>
</div>
<div class="article-text"><strong>Terdapat pelbagai faktor risiko untuk mendapat penyakit ini termasuklah:</strong></div>
<div class="article-text">1) Faktor genetik atau sejarah keluarga.</div>
<div class="article-text">2) Komplikasi ketika lahir atau dalam ketika dalam kandungan.</div>
<div class="article-text">3) Tekanan hidup.</div>
<div class="article-text">4) Sejarah trauma ketika kanak-kanak.</div>
<div class="article-text">5) Taraf sosio ekonomi yang rendah.</div>
<div class="article-text">
<p>6) Pengambilan dadah.</p>
</div>
<div class="article-text"><strong>Rawatan</strong></div>
<div class="article-text">Penyakit ini boleh dirawat dan rawatan yang diberi untuk skizofrenia adalah ubatan antipsikotik bertujuan untuk menstabilkan semula paras bahan kimia dalam otak.</div>
<div class="article-text">Terdapat pelbagai jenis ubat yang ada termasuklah jenis oral atau pun suntikan. Namun bagi pesakit yang sukar mengambil ubat secara teratur dan kurang sokongan keluarga, rawatan suntikan akan disyorkan oleh pakar psikiatri yang merawat bagi memastikan rawatan secara berterusan dapat diberikan.</div>
<div class="article-text">Suntikan ini diberikan setiap dua minggu atau sebulan sekali bergantung kepada keperluan pesakit. Adalah penting untuk ubatan diambil secara berterusan kerana penyakit ini adalah kronik dan boleh berulang.</div>
<div class="article-text">Terdapat pelbagai pilihan ubatan dan ubatan terkini mempunyai kurang kesan sampingan berbanding ubatan yang terdahulu.</div>
<div class="article-text">Selain ubatan, pesakit juga akan diberikan kaunseling serta rehabilatasi. Rehabilatasi yang disyorkan akan bergantung kepada individu antaranya ialah kemahiran sosial, domestik serta aktiviti harian bertujuan membantu pesakit kembali menjalankan tugas serta fungsi harian seperti biasa.</div>
<div class="article-text">
<p>Terdapat juga Program Sokongan Pekerjaan yang ditawarkan di beberapa Pusat Kesihatan Mental Masyarakat (PKMM) atau MENTARI yang membantu pesakit mental untuk mendapatkan pekerjaan di pasaran terbuka.</p>
</div>
<div>
<div class="article-text"><strong>Adakah pesakit skizofrenia berbahahaya?</strong></div>
<div class="article-text">Terdapat kepercayaan bahawa mereka yang menghidap skizofrenia dan penyakit mental yang lain sebagai berbahaya dan bersifat ganas.</div>
<div class="article-text">Ini adalah tidak tepat. Kebanyakkan pesakit mental seperti skizofrenia tidak bersifat ganas berbanding mereka yang tidak berpenyakit.</div>
<div class="article-text">Secara lazimnya, mereka lebih gemar mengasingkan diri serta dibiarkan bersendirian.</div>
<div class="article-text">
<p>Hanya sebilangan kecil yang berisiko dan ia biasanya disebabkan oleh gejala psikosis yang dialami apabila mereka tidak mendapatkan rawatan atau rawatan yang diberikan tidak optimum.Pengambilan dadah dan alkohol juga boleh meningkatkan risiko.</p>
</div>
<div class="article-text"><strong>Bagaimana kita dapat membantu jika ada ahli keluarga atau rakan mengalami penyakit ini?</strong></div>
<div class="article-text">1) Bantu mereka untuk dapatkan rawatan awal.</div>
<div class="article-text">2) Beri sokongan moral pada mereka.</div>
<div class="article-text">3) Nasihatkan untuk patuh kepada pengambilan ubatan. Anda juga boleh bantu memantau pengambilan ubat supaya ianya diambil secara teratur.</div>
<div class="article-text">4) Usah memperkecilkan atau mempermainkan gejala yang dialami pesakit. Perlu diingatkan bahawa gejala halusinasi serta delusi adalah benar bagi mereka.</div>
<div class="article-text">5) Kenal pasti tanda-tanda awal gejala penyakit berulang supaya intervensi awal dapat dilakukan .</div>
<div class="article-text">Kesimpulannya, penyakit skizofrenia boleh dirawat serta rawatan awal akan membantu proses penyembuhan dengan lebih cepat serta meminimumkan penjejasan fungsi hidup.</div>
<div class="article-text">
<hr>
</div>
<div class="article-text"><em><strong>* Penulis adalah Ahli Jawatankuasa Persatuan Psikiatri Malaysia.</strong></em></div>
</div>
</div>
</div></div></div></div></div>
<p>The post <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/skizo/">SKIZO</a> appeared first on <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk">Laman Web Rasmi Hospital Sentosa (HSK)</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BIPOLAR</title>
		<link>https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/bipolar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[hsk it]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Sep 2021 02:53:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[aktiviti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/?p=5204</guid>

					<description><![CDATA[<p>PENYAKIT bipolar antara tiga penyakit mental serius dan prevalens seumur hidup di dunia dianggarkan antara 2.6 peratus hingga 6.5 peratus. Faktor genetik menjadi penyumbang kepada penyakit bipolar, iaitu didapati sekiranya ada ahli keluarga mengalami masalah penyakit emosi seperti kemurungan atau bipolar, jadi cenderung untuk mengalami masalah sama. Pengaruh psikologi dan persekitaran juga</p>
<p>The post <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/bipolar/">BIPOLAR</a> appeared first on <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk">Laman Web Rasmi Hospital Sentosa (HSK)</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="post-modified-info">Last Updated on 18-03-2026 by <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/" target="_blank" class="last-modified-author">purnamawati noh</a></p>
<div class="fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-5 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling" style="--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;" ><div class="fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap" style="max-width:1216.8px;margin-left: calc(-4% / 2 );margin-right: calc(-4% / 2 );"><div class="fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-4 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column" style="--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:1.92%;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:1.92%;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:1.92%;--awb-spacing-left-medium:1.92%;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;"><div class="fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column"><div class="awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 fusion-no-medium-visibility button-span-no" style="--more-btn-alignment:center;"><div style="margin:-5px;--awb-bordersize:0px;" class="fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-3 fusion-columns-total-1 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1"><div style="padding:5px;" class="fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none"><div class="fusion-gallery-image"><a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/wp-content/uploads/2021/09/bipolar2_local.png" rel="noreferrer" data-rel="iLightbox[gallery_image_1]" class="fusion-lightbox" target="_self"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/wp-content/uploads/2021/09/bipolar2_local-460x295.png" width="460" height="295" alt="bipolar" title="bipolar" aria-label="bipolar" class="img-responsive wp-image-6341 fusion-gallery-image-size-fixed"  /></a></div></div></div></div><div class="fusion-text fusion-text-5 awb-text-cols fusion-text-columns-3" style="--awb-columns:3;--awb-column-spacing:2em;--awb-column-min-width:100px;"><p><strong>PENYAKIT bipolar</strong> antara tiga penyakit mental serius dan prevalens seumur hidup di dunia dianggarkan antara 2.6 peratus hingga 6.5 peratus.</p>
<p>Faktor genetik menjadi penyumbang kepada penyakit bipolar, iaitu didapati sekiranya ada ahli keluarga mengalami masalah penyakit emosi seperti kemurungan atau bipolar, jadi cenderung untuk mengalami masalah sama.</p>
<p>Pengaruh psikologi dan persekitaran juga sangat penting yang menjadi pencetus kepada penyakit ini.</p>
<p>Pelbagai isu seperti masalah hubungan keluarga, kehilangan pekerjaan atau tidak bekerja, masalah kewangan, salah faham di tempat kerja serta penyalahgunaan dadah antara punca kerap dilihat pesakit yang mengalami penyakit ini.<br />
Penyakit bipolar (atau kecelaruan dwikutub) sejenis penyakit mental yang menyebabkan perubahan emosi, tingkah laku dan pemikiran.</p>
<p>Perubahan ini boleh dilihat dalam bentuk perubahan mood, emosi, tenaga, daya tumpuan, jenis dan tahap aktiviti yang dijalankan serta kebolehan melaksanakan tugasan harian.</p>
<p>Penyakit ini boleh dibahagikan kepada dua jenis iaitu, <strong>bipolar I disorder</strong> dan <strong>bipolar II disorder.</strong></p>
<p>Bipolar disorder, iaitu pesakit mengalami sekurang-kurangnya sekali episod mania (dengan atau tanpa pernah mengalami episod depresi).<br />
Bipolar II disorder, iaitu pesakit mengalami episode hypomania, dan turut atau pernah mengalami episode depresi.</p>
<p><strong>Gejala penyakit bipolar</strong></p>
<p>Katanya, mania adalah episod seseorang itu mempunyai sama ada perasaan teruja yang berpanjangan atau menjadi pemarah, tenaga yang sangat tinggi berserta pelbagai perancangan serta usaha untuk melakukan pelbagai aktiviti.</p>
<p>Gejala ini biasanya berlaku sekurang-kurangnya dalam tempoh seminggu. Ada gejala lain seperti, mempunyai keyakinan atau harga diri yang terlampau tinggi, kurang keperluan untuk tidur, bertutur lebih daripada biasa dan sukar diberhentikan.</p>
<p>Selain itu, pemikiran mereka terlalu pantas, mudah hilang fokus, kelihatan gelisah dan sukar bertenang dan terbabit aktiviti tertentu seperti berbelanja besar, membuat pelaburan berisiko, memandu lebih daripada had laju dan sebagainya.</p>
<p><strong>Apa itu Hypomania</strong></p>
<p>Hypomania mempunyai gejala yang sama dengan mania, namun kurang dari segi intensiti gejala menyebabkan masalah dalam aktiviti harian, serta tempoh durasi gejala adalah biasanya dalam empat hari.</p>
<p>Kemurungan di dalam penyakit bipolar pula adalah episod seseorang itu mengalami perasaan sedih atau kehilangan keseronokan dalam tempoh dua minggu secara berterusan, dan gejala ini ditemani gejala lain seperti masalah tidur, perubahan selera makan, rasa letih dan lesu, pergerakan menjadi lebih perlahan daripada biasa, kelihatan gelisah dan sukar bertenang.</p>
<p>&#8220;Mereka merasa diri tiada harga diri, kerap rasa bersalah, tidak boleh fokus, sukar membuat keputusan dan berfikir ingin membunuh diri,&#8221; katanya.</p>
<p>Penyakit mental ini akan menyebabkan gangguan dalam fungsi hidup harian dan lazimnya dikaitkan dengan keadaan serius menyebabkan kemurungan, diikuti skizofrenia dan seterusnya penyakit bipolar.</p>
<p>&#8220;Kemurungan lebih bersifat satu kutub dalam perubahan emosi yang ditunjukkan (tidak mengalami mania atau hypomania).</p>
<p>&#8220;Bagi pesakit skizofrenia pula kerap menunjukkan gejala psikosis. Ketiga-tiga penyakit ini adalah berbeza dengan stres, adalah masalah kesihatan mental dan bukanlah penyakit,&#8221; Secara purata lelaki dan wanita menghidap bipolar I disorder adalah sama, namun didapati episod mania lebih kerap berlaku kepada lelaki, berbanding kemurungan lebih kepada wanita.</p>
<p>&#8220;Ini berlaku disebabkan perbezaan hormon, kesan mengandung, melahirkan anak dan perbezaan jenis stres dialami wanita dan lelaki,&#8221; .</p>
<p>Penyakit bipolar sering mencapai kemuncak pada hujung remaja ke awal dewasa.</p>
<p><strong>Kaedah rawatan</strong></p>
<p>Pelbagai rawatan boleh diberikan kepada penghidap, iaitu diberu ubat-ubatan (biologi), terapi (psikologi), sokongan sosial dan spiritual.</p>
<p>Ubat-ubatan bergantung kepada tahap dan jenis bipolar dialami penghidap.</p>
<p>Ubat-ubatan yang kerap digunakan adalah ubat penstabil emosi, antipsikotik dan ubat kemurungan. Ubat-ubatan ini perlu diambil setiap hari mengikut nasihat dan perbincangan bersama doktor pakar masing-masing.</p>
<p>Adakalanya, pil penenang (seperti benzodiazepines) juga akan diberikan bagi jangka masa pendek bagi mengurangkan keresahan dan membantu seseorang itu lebih tenang.</p>
<p>Pesakit juga boleh menjalani terapi psikologi bersama pakar yang akan menyaran jenis terapi sesuai mengikut keperluan kes.</p>
<p>Antara terapi sering disaran adalah &#8216;interpersonal social rhythm therapy&#8217; (IPSRT) boleh membantu individu mengawal tekanan, mengurangkan gangguan ritma biologi badan serta memastikan mengambil ubat mengikut waktu.</p>
<p>Terapi ini bertujuan membantu mereka mendapat kemahiran bagi menghadapi cabaran hidup.</p>
<p>Dari segi sosial, penghidap digalakkan membina kemahiran dalam menangani isu di persekitaran mereka serta diberi sokongan dalam mencari kerja melalui &#8216;supported employment&#8217; (jika mereka masih tidak mempunyai pekerjaan).</p>
<p>Penggunaan spiritualiti, termasuk aktiviti keagamaan, didapati membantu individu tertentu proses penyembuhan dan mengelakkan penyakit berulang semula.</p>
<p>Penyakit bipolar ini boleh mengalami &#8216;relapse&#8217; sepanjang hidup, namun dengan rawatan berbentuk bio-psiko-sosial-spiritual kebanyakan pesakit dapat meneruskan kehidupan dan mempunyai kualiti hidup yang baik.</p>
</div></div></div></div></div>
<p>The post <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2021/09/10/bipolar/">BIPOLAR</a> appeared first on <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk">Laman Web Rasmi Hospital Sentosa (HSK)</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PFA Manual Hospital Sentosa</title>
		<link>https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2020/03/26/pfa-manual-sentosa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[hsk it]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2020 04:40:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[penerbitan]]></category>
		<category><![CDATA[PFA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/?p=4531</guid>

					<description><![CDATA[<p> </p>
<p>The post <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2020/03/26/pfa-manual-sentosa/">PFA Manual Hospital Sentosa</a> appeared first on <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk">Laman Web Rasmi Hospital Sentosa (HSK)</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="post-modified-info">Last Updated on 22-08-2021 by <a href="" target="_blank" class="last-modified-author">hsk it</a></p>
<div class="_3d-flip-book  fb3d-fullscreen-mode full-size" data-id="5148" data-mode="fullscreen" data-title="false" data-template="short-white-book-view" data-lightbox="dark-shadow" data-urlparam="fb3d-page" data-page-n="0" data-pdf="" data-tax="null" data-thumbnail="" data-cols="3" data-book-template="default" data-trigger=""></div><script type="text/javascript">window.FB3D_CLIENT_DATA = window.FB3D_CLIENT_DATA || [];FB3D_CLIENT_DATA.push('eyJwb3N0cyI6eyI1MTQ4Ijp7IklEIjo1MTQ4LCJ0aXRsZSI6IlBGQSBNYW51YWwgSG9zcGl0YWwgU2VudG9zYSBLdWNoaW5nIiwidHlwZSI6InBkZiIsInJlYWR5X2Z1bmN0aW9uIjoiIiwiYm9va19zdHlsZSI6InZvbHVtZSIsImJvb2tfdGVtcGxhdGUiOiJub25lIiwib3V0bGluZSI6W10sImRhdGEiOnsicG9zdF9JRCI6IjQ1MzAiLCJndWlkIjoiaHR0cHM6XC9cL2prbnNhcmF3YWsubW9oLmdvdi5teVwvaHNrXC93cC1jb250ZW50XC91cGxvYWRzXC8yMDE5XC8xMlwvUEZBLU1hbnVhbC1TZW50b3NhLUhvc3BpdGFsLWVkaXRlZC5wZGYiLCJwZGZfcGFnZXMiOiIyMCIsInBhZ2VzX2N1c3RvbWl6YXRpb24iOiJub25lIn0sInRodW1ibmFpbCI6eyJkYXRhIjp7InBvc3RfSUQiOiIwIn0sInR5cGUiOiJhdXRvIn0sInByb3BzIjp7ImNhY2hlZFBhZ2VzIjoiYXV0byIsInJlbmRlckluYWN0aXZlUGFnZXMiOiJhdXRvIiwicmVuZGVySW5hY3RpdmVQYWdlc09uTW9iaWxlIjoiYXV0byIsInJlbmRlcldoaWxlRmxpcHBpbmciOiJhdXRvIiwicHJlbG9hZFBhZ2VzIjoiYXV0byIsInJ0bCI6ImF1dG8iLCJpbnRlcmFjdGl2ZUNvcm5lcnMiOiJhdXRvIiwic2hlZXQiOnsic3RhcnRWZWxvY2l0eSI6ImF1dG8iLCJ3YXZlIjoiYXV0byIsIndpZHRoVGV4ZWxzIjoiYXV0byIsImNvbG9yIjoiYXV0byIsInNpZGUiOiJhdXRvIiwiY29ybmVyRGV2aWF0aW9uIjoiYXV0byIsImZsZXhpYmlsaXR5IjoiYXV0byIsImZsZXhpYmxlQ29ybmVyIjoiYXV0byIsImJlbmRpbmciOiJhdXRvIiwiaGVpZ2h0VGV4ZWxzIjoiYXV0byJ9LCJjb3ZlciI6eyJ3YXZlIjoiYXV0byIsImNvbG9yIjoiYXV0byIsImJpbmRlclRleHR1cmUiOiJhdXRvIiwiZGVwdGgiOiJhdXRvIiwicGFkZGluZyI6ImF1dG8iLCJzdGFydFZlbG9jaXR5IjoiYXV0byIsImZsZXhpYmlsaXR5IjoiYXV0byIsImZsZXhpYmxlQ29ybmVyIjoiYXV0byIsImJlbmRpbmciOiJhdXRvIiwid2lkdGhUZXhlbHMiOiJhdXRvIiwiaGVpZ2h0VGV4ZWxzIjoiYXV0byIsIm1hc3MiOiJhdXRvIiwic2lkZSI6ImF1dG8ifSwicGFnZSI6eyJ3YXZlIjoiYXV0byIsImNvbG9yIjoiYXV0byIsImRlcHRoIjoiYXV0byIsInN0YXJ0VmVsb2NpdHkiOiJhdXRvIiwiZmxleGliaWxpdHkiOiJhdXRvIiwiZmxleGlibGVDb3JuZXIiOiJhdXRvIiwiYmVuZGluZyI6ImF1dG8iLCJ3aWR0aFRleGVscyI6ImF1dG8iLCJoZWlnaHRUZXhlbHMiOiJhdXRvIiwibWFzcyI6ImF1dG8iLCJzaWRlIjoiYXV0byJ9LCJoZWlnaHQiOiJhdXRvIiwid2lkdGgiOiJhdXRvIiwiZ3Jhdml0eSI6ImF1dG8iLCJwYWdlc0ZvclByZWRpY3RpbmciOiJhdXRvIn0sImNvbnRyb2xQcm9wcyI6eyJhY3Rpb25zIjp7ImNtZFNhdmUiOnsiZW5hYmxlZCI6ImF1dG8iLCJlbmFibGVkSW5OYXJyb3ciOiJhdXRvIn0sImNtZFByaW50Ijp7ImVuYWJsZWQiOiJhdXRvIiwiZW5hYmxlZEluTmFycm93IjoiYXV0byJ9LCJjbWRTaW5nbGVQYWdlIjp7ImVuYWJsZWQiOiJhdXRvIiwiZW5hYmxlZEluTmFycm93IjoiYXV0byIsImFjdGl2ZSI6ImF1dG8iLCJhY3RpdmVGb3JNb2JpbGUiOiJhdXRvIn19fSwiYXV0b1RodW1ibmFpbCI6Imh0dHBzOlwvXC9qa25zYXJhd2FrLm1vaC5nb3YubXlcL2hza1wvd3AtY29udGVudFwvdXBsb2Fkc1wvM2QtZmxpcC1ib29rXC9hdXRvLXRodW1ibmFpbHNcLzUxNDgucG5nIiwicG9zdF9uYW1lIjoiNTE0OCIsInBvc3RfdHlwZSI6IjNkLWZsaXAtYm9vayJ9fSwicGFnZXMiOltdLCJmaXJzdFBhZ2VzIjpbXX0=');window.FB3D_CLIENT_LOCALE && FB3D_CLIENT_LOCALE.render && FB3D_CLIENT_LOCALE.render();</script>
<div id="gtx-trans" style="position: absolute; left: -23px; top: 1.2px;">
<div class="gtx-trans-icon">&nbsp;</div>
</div>
<p>The post <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk/2020/03/26/pfa-manual-sentosa/">PFA Manual Hospital Sentosa</a> appeared first on <a href="https://jknsarawak.moh.gov.my/hsk">Laman Web Rasmi Hospital Sentosa (HSK)</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
